Routing dan Router
I.
JUDUL
“ Routing dan Router “
II.
LANDASAN TEORI
Jaringan
komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer, dan peralatan lainnya yang
terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga
memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data,
mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware/software
yang terhubung dengan jaringan. Tiap komputer, printer atau periferal yang
terhubung dengan.
Jaringan
komputer (jaringan) merupakan jaringan telekomunikasi yang memungkinkan antar
komputer untuk saling berkomunikasi dengan bertukar data. Pada jaringan
tersebut banyak sekali rute yang digunakan untuk menyambungkan satu jaringan
dengan yang lainnya agar bisa tersambung atau berkomunikasi. Salah satu rute
untuk meyambungkan jaringan satu dengan yang lainnya adalah Routing
Perangkat
keras yang dibutuhkan untuk membangun sebuah jaringan komputer yaitu :
Komputer, Card Network, Hub, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan koneksi
jaringan seperti: Printer, CDROM, Scanner, Bridges, Router dan lainnya yang
dibutuhkan untuk process transformasi data didalam jaringan
III.
PEMBAHASAN
1.
ROUTER
-
Pengertian
Router
Router adalah perangkat
jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang
lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada
perangkat jaringan lain. Sebuah router mentransmisikan informasi dari satu
jaringan ke jaringan yang lain melalui sebuah jaringan internet menuju
tujuannya melalui sebuah proses yang disebut sebagai routing. Router akan
mencari jalur yang terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasakan atas
alamat tujuan dan alamat asal.
Ciri-ciri router adalah
ada nya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting
DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah
adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP
Address atau koneksi internet disaring ke IP Address lain.
Router merupakan perangkat keras dalam
jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan
yang mempunyai protocol yang sama. sehingga dengan menggunakan router kita bisa
menghubungkan 2 ip address yang memiliki host yang berbeda.
-
Fungsi Router
1.
Penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu
jaringan ke jaringan lainnya.
2.
Router menstranmisikan informasi dari satu jaringan ke jaringan lain yang
sistem kerjanya mirip dengan BRIDGE.
3. Menghubungkan LAN ke sebuah layanan
telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital
Subscriber Line (DSL).
4.
Menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL
router.
-
Prinsip Kerja Router
1.
Menyamakan alamat host
2.
Menyamakan alamat jaringan
3. Mencari
default entri ( default entri normal dalam routing tabel dengan network
Router
bekerja di lapisan ke-3 OSI layer. Secara umumnya tugas router adalah untuk
menghantar/menghalakan paket dengan menggunakan metrik yang paling optimal
ketujuanya, router hanya perlu mengetahui Net-Id (nomor jaringan) dari data
yang diterimanya untuk diteruskan ke jaringan yang dituju. Cara kerjanya setiap
paket data yang datang, paket data tersebut dibuka lalu dibaca header paket
datanya kemudian mencocokan atau membandingkan ke dalam table yang ada pada
routing jaringan dan diteruskan ke jaringan yang dituju melalui suatu
interface. Untuk mengetahui network mana yang akan dilewatkan router akan
menambahkan (Logical AND) Subnet Mask dengan paket data tersebut.
Arah
paket yang ditransmisikan mungkin dapat dipelajari dari tugas lapisan ke 3 OSI
layer yaitu IP address. Router selalu dikaitkan sebagai gateway tetapi
sebenarnya tidak semestinya gateway adalah router. Router terdapat komponen
hardware dan juga software contohnya pada router Cisco software yang digunakan
bernama Cisco IOS (Internetworking Operating System). Hardware sebuah router
terdiri daripada CPU contohnya Cisco router 2505 menggunakan processor 20MHz
Motorola 68EC030.Selain d itu router juga mempunyai komponen memori seperti,
NVRAM, flash RAM, dan juga RAM. Sambungan ke peralatan jaringan lain
menggunakan ports contohnya serial ports.
- Jenis
Router
a. Router
aplikasi
Router
aplikasi adalah aplikasi yang dapat kita instal pad sistem operasi, sehingga
sistem operasi tersebut akan memiliki kemampuan seperti router, contoh aplikasi
ini adalah Winroute, WinGate, SpyGate, WinProxy dan lain-lain.
b.
Router hardware
Router
Hardware adalah merupakan hardware yang memiliki kemampuan sepertiu router,
sehingga dari hardware tersebut dapat memancarkan atau membagi IP Address dan
men-sharing IP Address, pada prakteknya Router hardware ini digunakan untuk
membagi koneksi internet pada suatu ruang atau wilayah, contoh dari router ini
adalah access point, wilayah yang dapat mendapat Ip Address dan koneksi
internet disebut Hot Spot Area.
c. Router
PC
Router
PC adalah Sistem Operasi yang memiliki fasilitas untuk membagi dan mensharing
IP Address, jadi jika suatu perangkat jaringan (pc) yang terhubung ke komputer
tersebut akan dapat menikmati IP Address atau koneksi internet yang disebarkan
oleh Sistem Operasi tersebut, contoh sistem operasi yang dapat digunakan adalah
semua sistem operasi berbasis client server, semisal Windows NT, Windows NT
4.0, Windows 2000 server, Windows 2003 Server, MikroTik (Berbasis Linux), dan
lain-lain.
-
Jenis
Router secara umum
a. Router
static merupakan router yang mempunyai tabel routing static sehingga harus
disetting secara manual oleh adminisrator.
b. Router
dinamic merupakan router yang mimiliki tabel routing dinamic yang memiliki
kemampuan mendengarkan lalu lintas jaringan dan saling berhubungan dengan
router yang lain.
- Komponen Router
a) CPU
(central Processing Unit) berfungsi untuk inisialisasi sistem, fungsi routing
mengontrol network interface dan mengeksekusi intruksi pada operating system.
b) RAM
(Random Access Memori) berfungsi untuk informasi table routing, fast switching
cache, running configuration dan packet queque, akan tetapi pada dasarnya RAM
hanya menyimpan data sementara sehingga begitu power dimatikan maka data dalam
RAM akan hilang
c) Flash,
merupakan bagian yang berfungsi untuk menyimpan keseluruh IOS (internetworking
Operating System) software image.
d) NVRAM merupakan
bagian dari router yang berfungsi untuk menyimpan starup configuration.
e) BUS,
digunakan untuk komunikasi antara CPU dengan interface. Sistem bus akan
mengirim lagi ke interface.
f) ROM
(Read Only Memory) merupakan komponen yang digunakan untuk menyimpan permanen
startup diagnostic code dan tugas utamanya adalah mendiagnosa perangkat keras
selama router melakukan bootup dan memindahkan software IOS dari
flash ke RAM
g) Power
Supply merupakan komponen yang bertugas untuk menyediakan power yang dibutuhkan
untuk mengoperasi komponen internal.
2. ROUTING
- Pengertian Routing
Routing
adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan
ke jaringan yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route
secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan
secara statis ke router lain.
Routing
adalah proses dimana suatu router mem-forward paket ke jaringan yang dituju.
Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket.
Semua router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan
routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan.
Ketika router menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router
yang lain. Ketika menggunakan routing statis, seorang network administrator
mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang ingin dituju secara manual.
Routing
protocol adalah suatu aturan yang mempertukarkan informasi routing
yang akan membentuk sebuah tabel routing sehingga pengalamatan pada
paket data yang akan dikirim menjadi lebih jelas dan routing protocol mencari
rute tersingkat untuk mengirimkan paket data menuju alamat yang dituju.
Jika routing
yang digunakan adalah statis, maka konfigurasinya harus dilakukan secara
manual, administrator jaringan harus memasukkan atau menghapus rute statis jika
terjadi perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan
routing statis, maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk
melakukan update table routing. Karena itu routing statis hanya mungkin dilakukan
untuk jaringan skala kecil.
Sedangkan
routing dinamis bisa diterapkan di jaringan skala besar dan membutuhkan
kemampuan lebih dari administrator.
-
Routing Static
Routing
static adalah entri suatu route yang dilakukan oleh seorang administrator untuk
mengatur jalur dari sebuah paket data. Entri routing table bisa dilakukan
dengan program yang terdapat pada perangkat tersebut.
Cara kerja
routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian :
- Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router
- Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing
- Routing statis digunakan untuk
melewatkan paket data Seorang administrator harus menggunakan perintah ip route
secara manual untuk mengkonfiguras router dengan routing statis.
Kekurangan Routing Statis :
-
Administrator harus benar-benar memahami internetworking dan
bagaimana setiap router dihubungkan untuk dapat mengkonfigurasi router dengan
benar.
-
Jika sebuah network ditambahkan ke internetwork, administrator
harus menambahkan sebuah route ke semua router secara manual.
-
Routing
statis tidak sesuai untuk network-network yang besar karenamenjaganya akan
menjadi sebuah pekerjaan full-time sendiri.
- Routing Default
Routing
default digunakan untuk mengirimkan paket-paket ke sebuah network tujuan yang
remote yang tidak ada di routing table, ke router hop berikutnya. Routing
default hanya digunakan pada network network stub yaitu network yang hanya memiliki
satu jalur keluar (exit path) dari network tersebut.
Untuk
mengkonfigurasikan sebuah route default, kita menggunakan wildcard di alamat
network dan lokasi mask dari sebuah route statis. Bahkan sebenarnya, kita dapat
menganggap sebuah route default sebagai route statis yang menggunakan wildcard
daripada informasi network dan mask.
-
Routing Dynamic
Routing
dinamis adalah ketika routing protokol digunakan untuk menemukan network dan
melakukan update routing table pada router. Routing dinamis adalah ketika routing
protokol digunakan untuk menemukan network dan melakukan update routing table
pada router.
Terdapat dua
jenis routing protokol yang digunakan di internetwork: internet gateway protocol (IGP) dan exterior gateway protocol (EGP). IGP digunakan untuk melakukan
pertukaran informasi routing dengan router-router yang berada di autonomous system (AS) yang sama. IGP digunakan
untuk melakukan pertukaran informasi routing dengan router-router yang berada
di autonomous system (AS) yang sama. Sedangkan EGP digunakan untuk
berkomunikasi antar-AS.
Sebuah contoh
EGP adalah Border Gateway Protocol (BGP) Administative Distance (disingkat AD)
digunakan untuk mengukur apa yang disebut trustworthiness
(ke-dapatdipercaya-an) dari informasi routing yang diterima oleh sebuah router
dari router tetangga.Sebuah administrative distance adalah sebuah bilangan
bulat dari 0 sampai 255, dimana 0 adalah yang paling dapat dipercaya dan 225
berarti tidak akan lalu lintas data yang akan melalui route ini. Jika sebuah
router menerima dua update mengenai network yang sama, maka hal pertama yang
dicek oleh router adalah AD. Jika satu dari route yang di-advertised (diumumkan
oleh router lain) memiliki AD yang lebih rendah dari yang lain, maka route
dengan AD terendah tersebut akan ditempatkan di routing table. Jika kedua route
yang di-advertised memiliki AD yang sama, maka yang disebut metrics dari
routing protokol(misalnya jumlah hop atau bandwidth dari sambungan) akan
digunakan untuk menemukan jalur terbaik ke network remote. Router yang diadvertised
dengan metrics terendah akan ditempatkan di routing table. Tetapi jika kedua
route memiliki AD dan metric yang sama, maka routing protokol akan melakukan
load-balance (pengimbangan beban) ke network remote (yang berarti router akan
mengirimkan paket melalui kedua link yang memiliki AD dan metric yang sama
tersebut).
Jika sebuah
network terhubung secara langsung, router akan selalu menggunakan interface
yang terhubung ke network itu. Jika seorang administrator
mengkonfigurasikan sebuah route statis, router
akan lebih mempercayai route statis tersebut dibandingkan route
dinamis yang dipelajari dari router lain. Kita dapat mengubah administrative distance dari route statis tetapi secara default mereka memiliki AD 1.
dinamis yang dipelajari dari router lain. Kita dapat mengubah administrative distance dari route statis tetapi secara default mereka memiliki AD 1.
Jika sebuah route statis, route yang diumumkan oleh RIP
(RIPadvertised route), dan sebuah route yang diumumkan oleh IGRP
(IGRPadvertised route),
maka secara default router akan selalu menggunakan route statis kecuali jika kita mengubah
AD dari route statis tersebut.
maka secara default router akan selalu menggunakan route statis kecuali jika kita mengubah
AD dari route statis tersebut.
- Class Routing Protocol
1. Distance Vector Protokol,
distance-vector menemukan jalur terbaik ke sebuah nerwork remote dengan menilai
jarak. Setiap kali sebuah paket melalui sebuah router disebut sebagai sebuah
hop. Route dengan hop yang paling sedikit ke network yang dituju akan menjadi
route terbaik. Vektor menunjukan arah (direction) ke network remote. Baik RIP
dan IGRP adalah routing protokol jenis distance-vector. RIP dan IGRP
mengirimkan semua routing table ke router-router tetangga yang terhubung secara
langsung.
2. Link state Pada protokol
link-state atau yang juga disebut protokol shortestpath-first setiap router
akan menciptakan tiga buah tabel terpisah. Satu dari tabel ini mencatat
perubahan dari network-network yang terhubung secara langsung. Satu tabel lain
menentukan topologi dari keseluruhan internetwork, dan tabel yang terakhir
digunakan sebagai routing table. Router yang link-state mengetahui lebih banyak
tentang internetwork dibandingkan semua jenis routing protokol yang
distance-vector. OSPF adalah sebuah routing protokol IP yang sepenuhnya
link-state. Protokol link-state mengirimkan update-update yang berisi status
dari link mereka sendiri ke semua router lain di network.
3. Hybrid Protokol hybrid
menggunakan aspek-aspek dari routing protokol jenis distance-vector dan routing
protokol jenis link-state. Sebagai contoh adalah EIGRP. Tidak ada cara tunggal
untuk mengkonfigurasikan routing protokol untuk digunakan di semua bisnis atau
pekerjaan. Mengkonfigurasikan routing protokol adalah hal yang harus kita lakukan
secara kasus-per-kasus. Jika kita mengerti bagaimana cara kerja routing
protokol yang berbeda, kita dapat membuat keputusan yang baik, kuat, dan yang
benar-benar memenuhi kebutuhan semua orang di semua jenis bidang usaha.
- Routing Information Protocol (RIP)
Routing protokol yang
menggunakan algoritma distance vector, yaitu algortima BellmanFord. Pertama
kali dikenalkan pada tahun 1969 dan merupakan algoritma routing yang pertama
pada ARPANET. Versi awal dari routing
protokol ini dibuat oleh Xerox Parc’s PARC Universal Packet Internetworking
dengan nama Gateway Internet Protocol. Kemudian diganti nama menjadi Router
Information Protocol (RIP) yang merupakan bagian Xerox network Services.
Versi dari RIP yang mendukung
teknologi IP dimasukkan dalam BSD system sebagai routed daemon.
Spesifikasi RIP dapat dilihat
di RFC 1058.
RIP yang merupakan routing
protokol dengan algoritma distance vector, yang menghitung jumlah hop (count
hop) sebagai routing metric. Jumlah maksimum dari hop yang diperbolehkan adalah
15 hop. Tiap RIP router saling tukar informasi routing tiap 30 detik, melalui
UDP port 520. Untuk menghindari loop routing, digunakan teknik split horizon
with poison reverse. RIP merupakan routing protocol yang paling mudah untuk di
konfigurasi.
RIP memiliki 3 versi yaitu
RIPv1, RIPv2, RIPng
1. RIPv1 didefinisikan pada RFC 1058, dimana menggunakan classful
routing, tidak menggunakan subnet. Tidak mendukung Variable Length Subnet Mask
(VLSM).
2. RIPv2 hadir sekitar tahun 1994, dengan memperbaiki kemampuan akan
Classless Inter-Domain Routing. Didefinisikan pada RFC 2453.
3. RIPng merupakan protokol RIP untuk IPv6. Didefinisikan pada
RFC 2080.
-
Open Shortest Path First (OSPF)
OSPF merupakan routing protocol
berbasis link state, termasuk dalam interior Gateway Protocol (IGP).
Menggunakan algoritma Dijkstra untuk menghitung shortest path first (SPF).
Menggunakan cost sebagai routing metric. Setelah antar router bertukar
informasi maka akan terbentuk database link state pada masing-masing router.
OSPF mungkin merupakan IGP yang
paling banyak digunakan. Menggunakan metode MD5 untuk autentikasi antar router
sebelum menerima Link-state Advertisement (LSA). Dari awak OSPF sudah mendukung
CIDR dan VLSM, berbeda dengan RIP. Bahkan untuk OSPFv3 sudah mendukung untuk
IPv6.
Router dalam broadcast domain
yang sama akan melakukan adjacencies untuk mendeteksi satu sama lainnya.
Pendeteksian dilakukan dengan mendengarkan “Hello Packet”. Hal ini disebut 2
way state. Router OSPF mengirimkan “Hello Packet” dengan cara unicast dan multicast.
Alamat multicast 224.0.0.5 dan 224.0.0.6 digunakan OSPF, sehingga OSPF tidak
menggunakan TCP atau UDP melainkan IP protocol 89.
-
IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)
IGRP yang merupakan contoh
routing protokol yang menggunakan algoritma distance vector yang lain. Tidak
seperti RIP, IGRP merupakan routing protokol yang dibuat oleh Cisco. IGRP juga
sangat mudah diimplementasikan, meskipun IGRP merupakan routing potokol yang
lebih komplek dari RIP dan banyak factor yang dapat digunakan untuk mencapai jalur
terbaik
IGRP mempunyai karakteristik
sebagai berikut :
1. Protokol routing
distance vector
2. Menggunakan
composite metric yang terdiri atas bandwidth, load, delay dan reliability
3. Update
routing dilakukan secara broadcast setiap 90 detik
- Enhanced Interior Gateway Routing
Protocol (EIGRP)
EIGRP merupakan routing
protocol yang dibuat CISCO. EIGRP termasuk routing protocol dengan algoritma
hybrid.
EIGRP menggunakan beberapa
terminologi, yaitu :
Successor :
istilah yang digunakan untuk jalur yang digunakan untuk meneruskan paket data.
Feasible Successor
: istilah yang digunakan untuk jalur yang akan digunakan untuk meneruskan data
apabila successor mengalami kerusakan.
Neighbor
table : istilah yang digunakan untuk tabel yang berisi alamat dan interface
untuk mengakses ke router sebelah
Topology table :
istilah yang digunakan untuk tabel yang berisi semua tujuan dari router
sekitarnya.
Reliable transport
protocol : EIGRP dapat menjamin urutan pengiriman data.
Perangkat EIGRP bertukar
informasi hello packet untuk memastikan daerah sekitar. Pada bandwidth yang
besar router saling bertukar informasi setiap 5 detik, dan 60 detik pada
bandwidth yang lebih rendah.
-
Border Gateway Protocol (BGP)
Border Gateway Protocol (BGP)
merupakan routing protokol eksterior, dengan karakteristik sebagai berikut :
Menggunakan
routing protokol distance vector
Digunakan
antara ISP dengan ISP dan client-client
Digunakan
untuk merutekan trafik internet antar autonomous system
-
Algortima Routing Untuk Host
Proses
routing yang dilakukan oleh host cukup sederhana. Jika host tujuan terletak
dijaringan yang sama atau terhubung langsung. IP datagram dikirim langsung ke
tujuan. Jika tidak, IP datagram dikirm ke default router. Router ini yang akan
mgnatur perngiriman IP selanjutnya, hingga sampai ke tujuannya.
Dalam suatu table routing terdapat :
1)
IP address tujuan,
2)
IP address next hop router (gateway),
3)
Flag, yang menyatakan jenis routing,
4)Spesifikasi
network interface tempat datagram dilewatkan.
Dalam
proses meneruskan paket ke tujuan, IP router akan melakukan hal-hal berikut;
1.
Mencari di table routing, entry yang cocok dengan IP address tujuam. Jika
ditemukan, paket akan dikirim ke next hop router atau interface yang
terhubunglangsung dengan nya.
2.
Mencari di table routing, entry yang cocok dengan alamat network dari network
tujuan. Jika ditemukan, paket dikirm ke nxt hop router tersebut.
3.
Mencari di table routing, entry data yang bertanda default, jika ditemukan,
paket
dikirim
ke router tersebut. Mekanisme routing adalah ketika route mencari routing tabel
dan memutuskan interface yang aka mengirimkan paket data
-
Simple Routing tabel
Dalam
host svr4 kita menjalankan perintah netstat dengan pilihan - r untuk routing
tabel dan pilihan –n untuk alamat IP dalam format numeric ( hal ini dilakukan
entri routing tabel adalah untuk network bukan untuk host tanpa pilihan –n
perintah netstat mencari file untuk nama network.
Routing
tables
Destination
140.252.13.65
127.0.0.1
default
140.252.13.32
|
Gateway
140.252.13.35
127.0.0.1
140.252.13.33
140.252.13.34
|
Flags
UGH
UH
UG
U
|
Refcnt
0
1
0
4
|
Use
0
0
0
25043
|
Interface
emd0
lo0
emd0
emd0
|
Ada
lima tipe flag dalm routing :
1.
U untuk route up
2.
G untuk route gateway, jika flag ini tidak
diset destinasi dapat langsung terhubung
3.
H untuk route sebagai host, destination
complete alamat host,jika flag ini tidak diset
-
Routing
Protocol
Dalam
sebuah rangkaian yang besar dan kompleks, router mungkin mempunyai banyak
pilihan jalan yang boleh digunakan untuk menghantar data ke tujuannya. Tugas
router di sini adalah untuk memilih cara atau jalan terbaik dan optimum dari
maklumat yang dihasilkan melalui proses pertukaran maklumat antara router tersebut
dan yang lain. Prosedur untuk memilih "route" yang terbaik ini
dipanggil "routing protocol". "Routing table" boleh dibina
oleh router untuk memudahkan data transmisikan ketujuannya. Bagaimanakah
routing table dibina? Ada dua cara pertama melalui definisi yang ditetapkan
sendiri oleh pengguna router melalui "static routing" atau kedua
melalui dynamic routing protocol di mana routing table dibina secara dinamik
oleh routing protocol seperti RIP,OSPF, dan sebagainya.
IV.
KESIMPULAN
Routing
adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan
ke jaringan lainnya melalui sebuah internetwork, routing juga dapat merujuk
kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data
dapat singgan dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya. Jenis konfigurasi
routing antara lain : minimal routing, static routing, dynamic rauting.
Routing
static adalah entri suatu route yang dilakukan oleh seorang administrator untuk
mengatur jalur dari sebuah paket data. Routing dinamis adalah ketika routing
protokol digunakan untuk menemukan network dan melakukan update routing table
pada router. Routing dinamis adalah ketika routing protokol digunakan untuk
menemukan network dan melakukan update routing table pada router.
Contoh
routing protokol: Routing Information Protocol (RIP), Interior Gateway Routing
Protocol (IGRP), Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP), Open
Shortest Path First (OSPF)
Router
adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota
jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat
di-sharing kepada perangkat jaringan lain.
Ciri-ciri
router adalah ada nya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol),
dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari
Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan
suatu IP Address atau koneksi internet disaring ke IP Address lain.
Jenis-jenis router antara
lain : router aplikasi, router hardware, router PC
REFERENSI
Komentar
Posting Komentar