MAIL SERVER
I.
JUDUL
“ Mail Server “
II.
LANDASAN TEORI
Mail
server dapat dibagi menjadi dua kategori utama: server surat keluar dan server
surat masuk. Server surat keluar dikenal sebagai SMTP , atau Simple Mail Transfer Protocol.
Server surat masuk datang dalam dua varietas utama. POP3 , atau Post
Office Protocol versi 3, server yang terbaik dikenal untuk menyimpan pesan
yang dikirim dan diterima pada PC ‘hard drive lokal. IMAP , atau Internet Message Access Protocol, server
selalu menyimpan salinan pesan pada server. Kebanyakan server POP3 dapat
menyimpan pesan pada server juga yang jauh lebih nyaman.
III.
PEMBAHASAN
1.
PENGERTIAN MAIL SERVER
Mail
server adalah program daemon yang bekerja menampung dan mendistribusikan
email dalam suatu jaringan. Protokol yang umum digunakan antara lain
protokol SMTP, POP3 dan IMAP. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) digunakan sebagai
standar untuk menampung dan mendistribusikan email, sedangkan POP3 (Post Office
Protocol v3) dan IMAP (Internet Mail Application Protocol) digunakan agar user
dapat mengambil dan membaca email secara remote yaitu tidak perlu login ke
dalam sistem shelll mesin mail server tetapi cukup menguhubungi port tertentu
dengan mail client yang mengimplementasikan protocol POP3 dan IMAP.
2.
SEJARAH MAIL SERVER
Sejarah
mail server yaitu sebelumnya dikenal sebagai VMailer dan IBM Secure Mailer, itu
pada awalnya ditulis oleh Wietse Venema selama tinggal di IBM Thomas J. Watson
Research Center, dan terus dikembangkan secara aktif hari ini. Postfix pertama
kali dirilis pada pertengahan tahun 1999
3.
FUNGSI MAIL SERVER
Secara
garis besar, fungsi mail server adalah sebagai program yang membantu mengatur
agar email dapat dikirimkan oleh pengirim sekaligus dapat diterima dengan aman,
cepat, dan tanpa kendala oleh penerima email.
Tujuan
dari adanya layanan mail server sendiri adalah untuk membuat jaringan
transportasi email menjadi lebih lancar tanpa adanya interupsi dari pihak luar.
Selain
itu, mail server juga berfungsi sebagai aplikasi yang dapat digunakan untuk
mengatur distribusi email masuk maupun keluar. Hal ini tentu sangat penting
bagi pelaku bisnis skelas perusahaan yang tidak ingin ada kebocoran data atau
informasi yang bakal meenguntungkan kompetitor.
4.
JENIS MAIL SERVER
·
Sendmail
Bagi
para pengguna sistem operasi Linux atau Unix, jenismail server yang satu ini
tentu sudah tidak asing lagi. Sendmail tercatat banyak digunakan oleh para
pengguna OS Linux/Unix karena menjadi sistem mail sever yang paling standar.
·
Postfix
Postfix
adalah jenis mail server yang dibuat berdasarkan hasil pengembangan lebih
lanjut dari Sendmail. Menariknya, Postfix juga sudah dapat dijalankan pada
sistem operasi Mac OS X selain Linux/Unix jadi tidak heran jika server ini
biasa dijadikan opsi untuk menggantikan server Sendmail.
·
Qmail
Berbeda
dari dua jenis mail server sebelumnya, mail diklaim sebagai mail server paling
aman yang saat ini bisa didapatkan. Asumsi tersebut muncul berdasarkan fakta
bahwa Qmail belum memiliki celah sedikitpun terkait potensi yang dapat
menggangu atau merusak sistem keamanan. Qmail sendiri juga tercatat digunakan
oleh provider layanan email gratisan seperti Yahoo dan Hotmail.
·
Outgoing mail (Untuk mengirim email)
Menggunakan
server SMTP. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan protokol yang
digunakan untuk melakukan pengiriman e-mail oleh aplikasi e-mail client
·
Incoming mail (Untuk menerima atau
mengambil email)
Menggunakan
server POP3 dan IMAP. POP3 (Post Office Protocol versi 3) merupakan protokol
yang digunakan oleh e-mail client untuk mendapatkan/menerima e-mail dari e-mail
server dengan menggunakan koneksi TCP/IP.
IMAP
(Internet Message Access Protocol) merupakan protokol selain POP3 yang
digunakan oleh e-mail client untuk mendapatkan/menerima e-mail dari
e-mail server.
5.
KELEBIHAN MAIL SERVER
·
Lebih Cepat dan Efisien
·
Lebih Private
·
Bisa langsung Diatasi Ketika Terjadi
Kerusakan
·
Lebih Mudah Mengatur Akun
·
Lebih menghemat bandwith
6.
KEKURANGAN MAIL SERVER
·
Tidak praktis (infrastruktur,
administrasi, dll)
·
Keamanan email dari hacker
·
Jika email keluar kadang membutuhkan
proses waktu yang lama
·
Jika server down dan tidak ada backup maka
kita bisa kehilangan email.
7.
SISTEM KERJA MAIL
SERVER
Setiap
email yang dikirimkan dibuat untuk melewati sejumlah server mail sepanjang
jalan ke penerima. Untuk user biasa, surat tersebut dikirim langsung tetapi
proses adalah sesuatu yang dimengerti. Tanpa rangkaian Server Mail, pengguna
hanya akan dapat mengirim email ke orang-orang yang alamat email domain sesuai
dengan domain pengguna. Ini berarti bahwa pengguna hanya dapat mengirim pesan
dari “xyz.com” ke pengguna sesama “xyz.com”.
Server
mail yang menawarkan solusi lengkap untuk semua kebutuhan sistem email yang
berhubungan dengan pengguna. Ini pada dasarnya dirancang dan dikembangkan untuk
memenuhi persyaratan dari setiap ukuran organisasi. Layanan Mail Server
membantu dalam melindungi jaringan perusahaan dari ancaman keamanan (seperti virus dan spam).
Beberapa fitur canggih Mail Server memastikan perlindungan yang maksimal dari
jaringan dari segala macam ancaman eksternal. Ini juga melacak email yang
dikelola atau diperoleh dari ISP.
Komponen
utama dari Mail Servers mencakup aturan Ditentukan pengguna (menentukan
bagaimana Mail Server berhubungan dengan mengarahkan pesan masuk ke tujuan
mereka dan bagaimana bereaksi terhadap pengirim pesan), penyimpanan permanen
(surat masuk disimpan untuk distribusi kemudian untuk pengguna lokal), mail
server daftar pengguna (database menyimpan nama pengguna lokal yang akan diakui
sementara memberikan mail masuk) dll … Pesan, dalam perjalanan ke tujuan lain
juga disimpan sementara di sini.
Sebagian
besar Mail Servers dioperasikan secara otomatis. Mail Server menetapkan aturan,
menurut mana pesan akan dikirim atau diterima dari server mail lain. Mail
Servers diklasifikasikan sebagai:
Server Outgoing Mail (SMTP atau Server) Server Surat masuk (POP3 atau server)
Server Outgoing Mail (SMTP atau Server) Server Surat masuk (POP3 atau server)
8.
CARA KERJA MAIL SERVER
Pada
email server terdapat dua server yang berbeda yaitu incoming dan outgoing
server. server yang biasa menangani outgoing email adalah server SMTP(Simple
Mail Transfer Protocol) pada port 25 sedangkan untuk menangani incoming email
adalah POP3(Post Office Protcol) pada port 110 atau IMAP (Internet Mail Access Protocol) pada port 143.
Saat mengirim email maka email akan ditangani oleh SMTP server dan
akan dikirim ke SMTP server tujuan, baik secara langsung maupun melalui melalui
beberapa SMTP server dijalurnya. apabila server tujuan terkoneksi maka email
akan dikirim, namun apabila tidak terjadi koneksi maka akan simasukkan ke dalam
queue dan di ‘resend setiap 15 menit’. Apabila dalam 5 hari tidak ada perubahan
maka akan diberikan undeliver notice ke inbox pengirim.
Apabila
email terkirim email akan masuk pada POP3 server atau IMAP server. jika
menggunakan POP3 server maka apabila kita hendak membaca email maka email pada
server di download sehingga email hanya akan ada pada mesin yang mendownload
email tersebut, dengan kata lain kita hanya bisa membaca email tersebut pada
device yang mendownload email tersebut. berbeda dengan POP3 IMAP server
mempertahankan email pada server sehingga email dapat dibuka kembali lewat
device yang berbeda .
9.
PROSES PENGIRIMAN MAIL
SERVER
1. Setelah
menulis pesan dan mengklik kirim, pada klien email Anda – apakah itu Outlook
Express atau Gmail – maka anda terhubung ke server SMTP domain Anda.
Server ini dapat diberi nama banyak hal, contoh standar akan smtp.pacarita.com.
2. email
client akan berkomunikasi dengan server SMTP, memberikan alamat email,
alamat email penerima, isi pesan dan lampirannya.
3. SMTP
server memproses alamat email penerima – terutama domainnya. Jika nama domain
adalah sama dengan pengirim, pesan akan diarahkan langsung ke domain itu POP3
atau IMAP Server – tidak diperlukan Routing antara server. Jika
domain yang berbeda, meskipun, server SMTP harus berkomunikasi dengan server
domain lain.
4. Dalam
rangka untuk menemukan server penerima, SMTP server pengirim harus berkomunikasi
dengan DNS, atau Domain Name Server. DNS mengambil email nama domain
penerima dan menerjemahkannya ke dalam alamat IP. SMTP server pengirim harus
dapat merutekan email baik dengan nama domain sendiri, alamat IP adalah nomor
unik yang ditugaskan untuk setiap komputer yang terhubung ke Internet. Dengan
mengetahui informasi ini, server surat keluar dapat melakukan pekerjaan secara
lebih efisien.
5. Sekarang
bahwa server SMTP memiliki alamat IP penerima, dapat terhubung ke server SMTP.
Hal ini tidak biasanya dilakukan secara langsung, meskipun, melainkan pesan
yang diarahkan di sepanjang serangkaian server SMTP terkait sampai tiba di
tempat tujuan.
6. SMTP
server penerima memindai pesan masuk. Jika mengakui domain dan nama pengguna,
meneruskan pesan bersama untuk domain itu POP3 atau IMAP server. Dari
sana, ia ditempatkan dalam antrian sendmail sampai klien email penerima
memungkinkan untuk di-download. Pada saat itu, pesan dapat dibaca oleh
penerima.
10. APLIKASI PADA MAIL SERVER
·
IceWarp
Icewarp
memberikan sebuah solusi integrasi yang sangat tinggi termasuk Mail Server
dengan proteksi Anti-Spam dan Anti-Virus rangkap dan tersedia tambahan pada
opsi termasuk Icewarp GroupWare Server, Instant Messaging Server, Text
Messaging Server, sebuah permukaan WebClient terpadu, lengkap dengan sinkronisasi
peralatan mobile dan banyak lagi.
·
CMailServer
Sebuah
perangkat lunak server mail kecil dan mudah digunakan dan web mail server
software akan membantu anda membangun mail server anda sendiri melalui
Internet. Ini memungkinkan anda untuk mengirim dan menerima email di Internet
atau di dalam LAN dan memiliki dukungan untuk aplikasi email client seperti
Outlook, Eudora dll juga mendukung Hotmail seperti layanan webmail.
·
Mail Server Zimbra
Pada
dasarnya aplikasi mail server zimbra di bangun oleh komunitas yang peduli akan
kebutuhan mail server yang stabil, dimana menjadi alternatif dan mungkin lebih
baik dari aplikasi sekelas Microsoft Exchange Server. Yang pasti aktifitas
pengembangan dan support terus di lakukan oleh komunitas zimbra
11. IMPLEMENTASI MAIL SERVER DAN KEUNTUNGANNYA BAGI PERUSAHAAN
Selain
file server dan database server, mail server merupakan salah satu fungsi server
yang paling banyak digunakan di perusahaan. Hal ini mengingat fungsi email
sendiri yang bisa mengurangi biaya surat-menyurat, lebih efisien dibandingkan
komunikasi manual dan dapat menyertakan attachment yang berguna sebagai
pelengkap dan dokumen tambahan terkait dengan isi email.
Ada
banyak pilihan bagi perusahaan untuk menggunakan email tanpa perlu email server
sendiri. Menggunakan jasa dari ISP, menggunakan email gratisan, menggunakan
jasa dari Google Apps dan lain sebagainya.
Berikut
adalah beberapa keuntungan penggunaan email server yang dikelola sendiri oleh
perusahaan:
·
Branding. Dari sisi merk dan identitas,
penggunaan nama domain resmi akan jauh lebih berharga dan lebih memperkuat
citra perusahaan. Silakan bandingkan sisi branding dari account email
solocamp at yahoo.com dengan it at solocamp.co.id. Mana yang
lebih kuat ? Tentu saja it at solocamp.co.id jauh lebih kuat
brandingnya dibandingkan alamat email yang pertama. Selain karena nama domain,
branding juga didapatkan dari pilihan nama unik yang bisa dimiliki, sementara
pada domain gratisan, nama unik biasanya sudah dimiliki pihak lain
·
Mencegah penyalahgunaan. Banyak email
penipuan yang mengatas namakan perusahaan tertentu. Misalnya,
hrd_pt_unilever at gmail.com, bisa saja digunakan oleh penipu yang
bertindak seolah-olah sebagai bagian HRD PT. Unilever. Mengapa hrd ? Karena
banyak para penipu yang mencari korban melalui email dan pengumuman lowongan
kerja.
·
Kemudahan Penanganan & Backup. Email
resmi yang dikelola oleh perusahaan jauh lebih mudah penanganannya. Kalau ada
email tidak sampai, atau ada email yang bermasalah, kita dapat dengan mudah
menelusurinya. Kita juga dapat dengan mudah menambah account dan menambah
feature (anti spam, anti virus, task management dll) tanpa harus mengeluarkan
biaya tambahan.
·
Meningkatkan mobilitas. Email yang
dikelola sendiri dapat dibuat menggunakan IP Publik sehingga dapat diakses dari
luar kantor. Tingkat keamanan juga dapat diatur dan disesuaikan dengan kondisi
perusahaan
·
Lebih cepat. Jika sebagian besar proses
transfer dan pengiriman email dilakukan oleh sesama pengguna dilingkungan
perusahaan, mengapa harus mengirimkannya ke
internet terlebih dahulu ? Tentu jauh lebih cepat mengirimkannya secara
langsung tanpa harus di routing ke internet.
Pengelolaan
email server juga semestinya bukan sesuatu yang menambah pekerjaan secara
drastis bagi pihak IT perusahaan. Secara normal, email server akan berjalan
tanpa ada gangguan dan tanpa meminta perhatian khusus. Biaya pengadaan yang
timbul juga relatif kecil dan tidak sebanding dengan keuntungan yang dapat
dicapai.Alih-alih menghabiskan biaya untuk sewa inbox email dengan biaya per
account, jauh lebih mudah dan lebih murah menggunakan emailserver sendiri
dengan jumlah account tak terbatas (baca : dibatasi oleh kapasitas dan
spesifikasi komputer saja). Sebagai gambaran, perusahaan dengan jumlah account
email sampai dengan 100 account hanya akan menghabiskan biaya setup dan
maintenance dalam kisaran Rp. 10 juta. Biaya ini juga bersifat fleksibel,
karena jika dilakukan oleh staff IT perusahaan dapat lebih murah dan fleksibel.
IV.
KESIMPULAN
Email
merupakan sebuah layanan pengiriman surat elektronik yang di kirim melalui
internet. Email dikirim dari suatu alamat email yang terdapat pada sebuah mail
server kepada alamat email yang lainnya yang terdapat pada mail server yang
sama maupun pada mail server yang berbeda.
Mail
server sangat diperlukan mengingat kegunaanya yang sangat banyak,antara lain :
·
Menjaga keamanan data dari spam dan virus.
·
Dapat menghubungan email dengan domain
yang berbeda.
·
Mempermudah user accses.
V.
REFERENSI
Komentar
Posting Komentar